Laba KAI Tembus Rp 2,3 Triliun di 2025, Penumpang Naik 9 Persen Jadi 493 Juta Orang

Penulis: Mukhtar Latif  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:43:31 WIB
Laba KAI mencapai Rp 2,3 triliun pada 2025 dengan peningkatan penumpang 9 persen.

JAMBI — Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, pendapatan terbesar masih berasal dari angkutan penumpang yang mencapai Rp 12,9 triliun. Angka ini tumbuh 8 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 11,9 triliun. Lonjakan ini didorong oleh layanan kereta jarak jauh serta angkutan perkotaan seperti KRL, kereta bandara, LRT, dan Railink.

Dari sisi volume, jumlah penumpang yang diangkut KAI sepanjang 2025 mencapai 493 juta orang. Realisasi itu naik 9 persen dari 452 juta orang pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan angkutan barang tercatat Rp 12,7 triliun atau turun tipis 1 persen dari Rp 12,8 triliun. Batu bara masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp 11,3 triliun, disusul angkutan non-batu bara sebesar Rp 1,4 triliun. Volume barang yang diangkut mencapai 70 juta ton, naik 0,5 persen dari 69,2 juta ton.

EBITDA Naik 7 Persen, Kontribusi ke Negara Bengkak

Kinerja operasional KAI juga tercermin dari EBITDA yang naik sekitar 7 persen secara tahunan menjadi Rp 8,3 triliun. Capaian ini menunjukkan perusahaan mampu menjaga margin usaha di tengah dinamika bisnis transportasi.

“Laba bersih perusahaan naik 2% dari Rp2,2 triliun pada tahun 2024, menjadi Rp2,3 triliun pada 2025,” ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (3/6/2026).

Sepanjang tiga tahun terakhir, tren keuangan KAI terus membaik. Pendapatan penumpang melesat dari Rp 7 triliun pada 2022 menjadi Rp 12,9 triliun pada 2025. EBITDA pun meroket dari Rp 4,5 triliun menjadi Rp 8,3 triliun di periode yang sama.

Tak hanya untung, kontribusi KAI ke negara juga membengkak signifikan. Total setoran perusahaan pada 2025 mencapai Rp 6,8 triliun, naik drastis dibandingkan Rp 4,4 triliun pada 2024. Rinciannya, pajak Rp 4,2 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 2,3 triliun, dan dividen Rp 300 miliar.

Kenaikan laba dan kontribusi ke negara ini menegaskan posisi KAI sebagai salah satu BUMN yang solid secara finansial. Di tengah tantangan efisiensi dan fluktuasi volume angkutan barang, perusahaan masih mampu mencetak pertumbuhan laba dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat serta negara.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: koranbumn.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top