JAMBI — Peresmian pendopo SMP Negeri 16 Kota Jambi berlangsung meriah, Rabu (3/6/2026). Ratusan siswa kelas IX, orang tua, dan pejabat daerah memadati halaman sekolah yang dihias karpet merah dan tarian tradisional.
Wali Kota Maulana tiba didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sugiyono, Kepala Dinas Pertanian Evridal Asri, anggota DPRD Mertua Muda Siregar, serta jajaran lurah dan tokoh masyarakat.
Dalam pidatonya, Maulana menyampaikan selamat kepada 338 siswa SMPN 16 yang lulus 100 persen tahun ini. Dari total lebih dari 8.000 siswa SMP di Kota Jambi, angka kelulusan sekolah ini disebutnya sebagai prestasi bersama.
Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus mengucurkan anggaran revitalisasi sarana pendidikan. Tahun 2026, tiga ruang kelas baru (RKB), satu musala, dan satu ruang UKS akan dibangun di SMPN 16.
“Anak-anak harus mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik. Sekolah ini diharap dapat menampung lebih banyak peserta didik dan terus menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Kota Jambi,” ujar Maulana di podium.
Kepala SMPN 16 Kota Jambi, Bambang Anwar, mengungkapkan pembangunan pendopo berlangsung secara bertahap selama tiga tahun. Dana berasal dari masyarakat sekitar, tokoh publik, anggota DPRD, dan sumbangan sukarela orang tua murid.
“Ini hasil gotong royong dan kepedulian banyak pihak terhadap kemajuan pendidikan di SMP Negeri 16,” ucap Bambang.
Setelah diresmikan, aset fisik pendopo akan diserahterimakan ke Dinas Pendidikan Kota Jambi. Langkah ini memastikan pemeliharaan dan legalitas bangunan tercatat dalam inventaris kekayaan daerah.
SMPN 16 juga menjalankan program unggulan Kota Jambi Bahagia di bidang lingkungan. Seluruh sampah organik diolah menggunakan sumur biopori dan alat dekomposer hingga menghasilkan pupuk kompos.
Untuk sampah nonorganik, sekolah menginisiasi program ATM Botol yang dikelola OSIS. Botol plastik dikumpulkan dan dijemput dua kali sebulan oleh Bank Sampah Asparagus di Kelurahan Beliung. Hasilnya menjadi sumber dana kegiatan OSIS.
“Dengan cara ini kami tidak hanya mengajarkan kebersihan, tapi juga membangun kesadaran lingkungan dan jiwa kewirausahaan siswa,” kata Bambang.
Maulana menilai SMPN 16 sukses mengawinkan keunggulan akademik dengan pembentukan karakter siswa yang kreatif dan peduli kebersihan. Menurutnya, prestasi seni, olahraga, keagamaan, hingga kepedulian lingkungan tumbuh baik di sekolah tersebut.
“Saya melihat anak-anak di sini memiliki banyak ruang untuk berkembang. Ini modal besar untuk mencetak generasi unggul,” puji Maulana.
Hubungan emosional antara pihak sekolah dan Wali Kota disebut Bambang sudah mengakar sejak Maulana masih menjabat. Kedekatan ini dinilai mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur pendidikan di SMPN 16.