WONOGIRI — Hingga Sabtu (30/5/2026), data yang dihimpun Disdikbud Wonogiri menunjukkan adanya puluhan siswa dari jenjang SD dan SMP yang berhasil mendapatkan nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Capaian ini berasal dari sekolah-sekolah yang berada di pelosok kecamatan.
Data tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri. Selama ini, sekolah di daerah terpencil kerap menghadapi tantangan seperti keterbatasan guru dan fasilitas belajar.
Kepala Disdikbud Wonogiri menyebut bahwa temuan ini bukan sekadar angka. “Ini menunjukkan proses belajar-mengajar di daerah mulai berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (1/6/2026).
Disdikbud Wonogiri meyakini bahwa hasil ini tidak terlepas dari program peningkatan kompetensi guru di daerah terpencil. Pelatihan rutin dan pendampingan dari pengawas sekolah dinilai mulai membuahkan hasil.
Selain itu, distribusi buku paket dan alat peraga matematika ke sekolah-sekolah pelosok juga dipercepat dalam dua tahun terakhir. Pemerintah kabupaten mengalokasikan dana khusus untuk pengadaan sarana penunjang di 25 kecamatan.
Sejumlah guru di Kecamatan Pracimantoro dan Kecamatan Giritontro mengaku terkejut namun bangga dengan pencapaian ini. Mereka menyebut bahwa siswa yang meraih nilai sempurna berasal dari kelas reguler, bukan kelas akselerasi.
“Kami tidak menyangka, karena selama ini nilai rata-rata kelas hanya di angka 75 sampai 80. Ini jadi motivasi buat kami semua,” kata salah satu guru matematika di SD Negeri 2 Pracimantoro.
Pihak Disdikbud Wonogiri berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode pengajaran di sekolah-sekolah yang mencatatkan nilai sempurna. Hasil evaluasi akan dijadikan model pembelajaran untuk sekolah lain.
“Kami akan petakan sekolah mana saja yang berhasil dan apa yang mereka lakukan berbeda. Pola ini akan kami replikasi,” pungkas Kepala Disdikbud Wonogiri.