MERANGIN — Bupati M. Syukur menegaskan bahwa disiplin waktu menjadi indikator utama profesionalisme ASN, mulai dari kepatuhan jam masuk dan pulang hingga penyelesaian tugas yang tidak menumpuk. “Disiplin waktu itu krusial, mulai dari hadir dan pulang sesuai jadwal, hingga menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa menunda-nunda. Selain itu, patuhi seluruh aturan tata tertib ASN dan kerjakan pekerjaan dengan tuntas serta berkualitas,” tegasnya di hadapan jajaran Forkopimda dan ribuan peserta upacara.
Dalam pidatonya, Bupati memberikan pesan menyentuh khusus kepada pejabat eselon II, III, dan IV. Ia mengingatkan bahwa dedikasi sebagai abdi negara tidak boleh diukur semata-mata dari besaran materi atau insentif. “Saya berharap seluruh ASN yang memiliki jabatan untuk bersyukur karena telah diberi amanah. Tidak semua pekerjaan itu dinilai dari uangnya,” lanjut M. Syukur.
Kepada seluruh lapisan masyarakat, Bupati mengajak untuk terus merawat kebersamaan dan mengimplementasikan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Merangin bukanlah pemicu perpecahan, melainkan modal utama pembangunan daerah. “Perbedaan jangan sampai memecah belah. Justru keberagaman itulah kekuatan besar kita untuk membangun Kabupaten Merangin yang maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Bupati M. Syukur juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda Merangin yang hadir dalam upacara. Ia meminta mereka untuk tidak hanyut dalam kemajuan teknologi tanpa arah moral. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, harus tetap dipelajari, dipahami, dan diamalkan sebagai fondasi karakter yang berintegritas. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya.