SUNGAI GELAM — Pelaksanaan simulasi TKA di MAN 1 Muaro Jambi berlangsung dengan memanfaatkan perangkat dan sistem ujian berbasis komputer. Kegiatan ini digelar di sela Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan madrasah akibat bencana kebakaran hutan dan lahan.
Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi sekaligus penanggung jawab kegiatan TKA, Suratno, menyebut simulasi sebagai bagian penting dari tahapan persiapan pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional 2026.
"Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Agama resmi membuka pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik Asesmen Nasional 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat mulai Senin, 21 September 2026 hingga 27 September 2026," ujar Suratno.
Jadwal Lengkap Tahapan Asesmen Nasional 2026
Berdasarkan informasi resmi Kemendikdasmen, simulasi TKA dan AN jenjang SMA/MA dan sederajat dijadwalkan pada 21-27 September 2026. Setelah simulasi, tahapan berikutnya adalah gladi bersih pada 5-18 Oktober 2026.
Pelaksanaan utama TKA dan AN berlangsung secara bertahap mulai 26 Oktober sampai 8 November 2026. Rangkaian ini menjadi bagian dari persiapan asesmen nasional tahun 2026.
Materi yang Diujikan dalam Simulasi
Materi simulasi mencakup beberapa kemampuan akademik yang menjadi bagian dari pelaksanaan TKA. Di antaranya Bahasa Indonesia Wajib, Literasi, Bahasa Inggris Wajib, Matematika Wajib, dan Numerasi.
Peserta juga memperoleh pengalaman menggunakan sistem digital sesuai mekanisme asesmen. Terdapat pula komponen survei dan latihan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Pengenalan Aplikasi dan Pengujian Kesiapan Teknis
Simulasi di MAN 1 Muaro Jambi menjadi sarana menguji kesiapan teknis madrasah. Para peserta dikenalkan dengan antarmuka aplikasi yang akan digunakan dalam pelaksanaan asesmen.
Tenaga pendidik dan petugas teknis memastikan perangkat dapat digunakan dengan baik. Persiapan mencakup kesiapan jaringan, perangkat komputer, serta mekanisme pelaksanaan ujian.
Kegiatan simulasi dibantu proktor dan teknisi madrasah, Gesang dan Gading. Keduanya membantu memastikan perangkat dan aplikasi dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Apabila terdapat kendala pada perangkat atau aplikasi, petugas dapat memberikan pendampingan sesuai prosedur. Koordinasi antara penanggung jawab, guru, proktor, dan teknisi terus dilakukan selama kegiatan.
PJJ Tidak Hentikan Persiapan Akademik
Pelaksanaan simulasi menunjukkan kondisi PJJ tidak menghentikan persiapan akademik madrasah. Kegiatan tetap diarahkan agar peserta didik memperoleh pengalaman yang diperlukan sebelum menghadapi asesmen.
Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, aspek keselamatan dan kesehatan tetap menjadi perhatian. Madrasah menyesuaikan kegiatan dengan kondisi lingkungan dan kebijakan yang berlaku.
Suratno menyebut pelaksanaan simulasi perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh madrasah. Peserta diharapkan tidak lagi asing dengan mekanisme asesmen berbasis digital.
Hasil pengalaman selama simulasi dapat menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki gladi bersih. Persiapan yang dilakukan sejak awal diharapkan mendukung pelaksanaan asesmen yang tertib, lancar, dan sesuai ketentuan.