TANJUNG JABUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, memaksa petugas bekerja dalam kondisi ekstrem. Jarak pandang yang hanya mencapai 10 meter tidak menyurutkan langkah mereka memadamkan titik api yang terus muncul.
Petugas menyemprotkan air langsung ke sumber api di tengah kepulan asap yang menutup hampir seluruh area. Video momen heroik tersebut memperlihatkan bagaimana tim bergerak hati-hati karena nyaris tidak bisa melihat sekeliling dengan jelas.
Kondisi asap pekat menjadi kendala terbesar dalam proses pemadaman. Petugas harus memastikan posisi titik api sebelum menyemprotkan air agar tidak membahayakan anggota tim yang lain.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk wilayah yang rawan karhutla, terutama pada musim kemarau. Desa Rantau Rasau berada di Kecamatan Berbak, area yang didominasi lahan gambut dan rentan terbakar saat cuaca kering.
Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan yang dilengkapi peralatan penyemprot air. Setiap titik api ditangani secara bergantian untuk mencegah penyebaran ke area yang lebih luas.
Kebakaran lahan di wilayah pesisir timur Jambi kerap terjadi pada periode kemarau panjang. Lahan gambut yang mengering membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan karena sumber panas bertahan di bawah permukaan.
Petugas di lapangan tidak hanya menghadapi api yang terlihat di permukaan, tetapi juga bara yang tersembunyi di dalam tanah. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibanding kebakaran lahan biasa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai luas lahan yang terbakar maupun penyebab pasti munculnya titik api di Desa Rantau Rasau. Petugas masih melanjutkan pemadaman dan pemantauan di lokasi.